Kelebihan dan Kekurangan TECNO Camon 50, Apakah Worth It?

Kelebihan Kekurangan Tecno Camon 50

TECNO Camon 50 adalah HP mid-range yang resmi masuk Indonesia pada akhir Februari 2026, dibanderol mulai Rp 3.799.000 untuk varian 8/128 GB. Seri Camon dari TECNO selalu punya DNA yang sama sejak pertama kali hadir: kamera sebagai nilai jual utama.

Camon 50 melanjutkan tradisi itu dengan membawa sensor Sony LYT-700C berukuran 1/1.56 inci, lengkap dengan OIS — kombinasi yang tergolong agresif di harga ini.

Tapi kamera bukan satu-satunya cerita. HP ini juga hadir dengan sertifikasi ketahanan IP68/IP69/IP69K plus MIL-STD-810H, baterai 6.500 mAh, layar AMOLED 144Hz, dan segudang fitur AI.

Sekilas terdengar menarik. Tapi ada beberapa hal yang perlu lo ketahui sebelum memutuskan beli.

Kelebihan:

  • Layar AMOLED 6,78 inci 144Hz dengan kecerahan puncak 4.500 nit
  • Sensor Sony LYT-700C 1/1.56 inci + OIS, langka di harga ini
  • Ketahanan IP68 + IP69 + IP69K + MIL-STD-810H
  • Baterai 6.500 mAh + pengisian 45W + Bypass Charging
  • Fitur AI lengkap dengan tombol fisik One-Tap TECNO AI
  • Speaker stereo Dolby Atmos + garansi 3x update Android

Kekurangan:

  • Chipset Helio G200 Ultimate hanya 4G, bukan 5G
  • GPU hanya render di 1080p, baru di-upscale ke tampilan 1.5K
  • Tidak ada slot microSD
  • HiOS masih terasa berat dan penuh bloatware

Berikut gue berikan ulasan lengkap kelebihan dan kekurangan TECNO Camon 50.

Spesifikasi TECNO Camon 50

KategoriSpesifikasi
LayarAMOLED 6,78″ 1.5K, 144Hz
ChipsetMediaTek Helio G200 Ultimate (4G)
RAM / Storage8 GB + 128 GB / 12 GB + 256 GB
Kamera Utama50 MP Sony LYT-700C, 1/1.56 inci, f/1.8, OIS, PDAF
Kamera Ultrawide8 MP, f/2.2, FoV 119°, lensa 15mm
Kamera Depan32 MP, f/2.2, fixed focus
Baterai6.500 mAh,
45W Super Charge,
Bypass Charging
OSAndroid 16 + HiOS 16
KetahananIP68 + IP69 + IP69K + MIL-STD-810H
KonektivitasWiFi, Bluetooth, NFC, USB-C

Harga Resmi di Indonesia

VarianHarga Resmi
8GB/128GBRp 3.799.000
8GB/256GBRp 4.299.000
12GB/256GBRp 4.899.000

Harga dapat berubah sewaktu-waktu; cek harga terkini di marketplace resmi.

Di dalam lini Camon 50, ada dua varian yang tersedia di pasar Indonesia: Camon 50 (yang dibahas di artikel ini) dan Camon 50 Pro 5G (yang di pasar global dikenal sebagai “Camon 50 Ultra”).

Keduanya berbeda di sektor chipset, konektivitas, dan sistem kamera dengan Camon 50 sebagai titik masuk paling terjangkau dari seri ini.

Kelebihan TECNO Camon 50

Kelebihan Tecno Camon 50

Layar AMOLED 6,78 Inci dengan Refresh Rate 144Hz

Panel AMOLED adalah standar yang semakin umum di kelas mid-range, tapi TECNO tidak sekedar pasang panel biasa di Camon 50.

Layarnya berukuran 6,78 inci dengan resolusi 1.5K (1208 × 2644 piksel) dan refresh rate 144Hz. Kecerahan puncaknya mencapai 4.500 nit, angka yang menurut gue bahkan melampaui beberapa HP flagship di sisi spesifikasi teknis ini.

Artinya, layar ini seharusnya tetap terbaca jelas bahkan di bawah terik matahari langsung, berdasarkan klaim resmi TECNO.

TECNO juga menyematkan teknologi ProXDR Eye-care Display, yang diklaim mengurangi emisi cahaya biru berbahaya — fitur yang makin relevan bagi pengguna yang menatap layar berjam-jam setiap hari.

Untuk kebutuhan harian seperti scroll media sosial, nonton video, atau gaming ringan, kombinasi AMOLED dan 144Hz membuat tampilan terasa mulus dan responsif.

Reviewer dari IDN Times mencatat bahwa dalam penggunaan nyata, layar Camon 50 terasa sangat halus saat navigasi maupun saat memutar konten video.

Kamera 50 MP Sony LYT-700C Dilengkapi OIS

Ya, TECNO Camon 50 sudah dilengkapi OIS (Optical Image Stabilization) — fitur yang di kelas harganya masih terbilang langka.

Kamera utamanya menggunakan sensor Sony LYT-700C berukuran 1/1.56 inci dengan aperture f/1.8 dan teknologi PDAF untuk fokus cepat.

Ukuran sensor 1/1.56 inci ini tergolong besar untuk segmen Rp 3–5 jutaan — sebagai perbandingan, sensor yang lebih besar berarti kemampuan menangkap cahaya yang lebih baik, terutama saat kondisi low-light.

Berdasarkan spesifikasi teknis ini, potensi foto malamnya secara teori lebih unggul dari rata-rata kompetitornya.

Selain kamera utama, Camon 50 juga membawa kamera ultrawide 8 MP dengan FoV 119° dan lensa 15mm — cocok untuk foto lanskap, foto grup, atau konten arsitektur.

Beberapa fitur kamera khusus yang patut disoroti:

  • Mode SuperNight — pemrosesan multi-frame untuk foto malam hari
  • Aqua Mode — bisa dipakai foto underwater hingga kedalaman 2 meter selama 30 menit, sesuatu yang sangat jarang ada di segmen ini
  • FlashSnap — untuk menangkap momen cepat tanpa blur
  • AI Auto Zoom — zoom otomatis berbasis AI

Kamera depannya juga tidak main-main: 32 MP dengan sensor BSI CMOS — cukup untuk kebutuhan selfie, video call, atau konten kreator yang sering tampil di frame.

Berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh tim Detik.com, kualitas foto Camon 50 di kondisi cahaya cukup menghasilkan detail yang tajam dan warna yang natural, sesuai dengan kapabilitas sensor Sony yang digunakannya.

Tahan Banting dengan IP68, IP69, IP69K, dan MIL-STD-810H

Ya, TECNO Camon 50 tahan banting berkat sertifikasi MIL-STD-810H — standar ketahanan militer Amerika yang mencakup uji tahan jatuh, getaran, perubahan suhu ekstrem, dan tekanan.

Yang membuat Camon 50 unik dibanding kebanyakan HP di kelasnya adalah kombinasi sertifikasi ketahanannya:

  • IP68: tahan debu penuh, tahan terendam air hingga 1,5 m selama 30 menit
  • IP69: tahan semprotan air dari berbagai arah
  • IP69K: tahan semprotan air bertekanan tinggi dan suhu tinggi (uji paling ketat di antara ketiganya)
  • MIL-STD-810H: lolos serangkaian uji kondisi ekstrim standar militer

Kombinasi IP68 + IP69 + IP69K seperti ini jarang ditemukan bahkan di HP flagship sekalipun. Ini bukan sekadar klaim marketing — setiap sertifikasi memiliki standar pengujian yang terverifikasi secara independen.

Untuk pengguna yang aktif di luar ruangan, sering bekerja di kondisi basah atau berdebu, atau sekadar ingin ketenangan pikiran saat HP tidak sengaja tercebur, kombinasi sertifikasi ini adalah nilai tambah yang signifikan.

Baterai 6.500 mAh dengan Pengisian 45W dan Bypass Charging

Kapasitas 6.500 mAh adalah salah satu angka tertinggi yang bisa lo temukan di kisaran harga Rp 3–5 jutaan pada tahun 2026.

Berdasarkan pengujian reviewer IDN Times, Camon 50 mampu bertahan hingga sekitar 9 jam penggunaan aktif dalam skenario campuran — browsing, video, dan media sosial. Untuk penggunaan harian yang normal, angka ini bisa berarti dua hari tanpa perlu cas sama sekali.

Pengisian dayanya menggunakan teknologi 45W Super Charge, yang secara teknis bisa mengisi ulang baterai besar ini dalam waktu yang wajar.

TECNO belum merilis angka pengisian penuh secara resmi, tapi 45W di baterai 6.500 mAh umumnya membutuhkan sekitar 75–90 menit untuk pengisian penuh.

Satu fitur yang perlu lo tahu: Bypass Charging. Fitur ini memungkinkan HP menerima daya langsung dari charger ke komponen tanpa melewati baterai — berguna saat gaming atau pekerjaan berat sambil mengisi daya, karena mencegah baterai panas berlebih dan memperpanjang umur baterai jangka panjang.

Terakhir, bodinya hanya 7,53 mm — tipis untuk ukuran HP dengan baterai 6.500 mAh. Ini menunjukkan TECNO serius dalam engineering perangkat ini, bukan sekadar pasang baterai besar tanpa mempertimbangkan ergonomi.

Fitur AI Lengkap dengan Tombol One-Tap TECNO AI

Camon 50 hadir dengan tombol fisik One-Tap TECNO AI di sisi bodi — tombol dedicated yang bisa langsung mengakses fitur AI tanpa perlu masuk ke menu dulu.

Fitur AI yang tersedia di Camon 50 cukup komprehensif, termasuk:

  • Ella AI assistant — asisten berbasis AI untuk produktivitas harian
  • Google Circle to Search — fitur Google yang bisa mencari konten apa pun di layar hanya dengan menggambar lingkaran
  • 3D PhotoSpace — menghasilkan foto dengan efek kedalaman 3D
  • AI Image-to-Video Generator — mengubah foto diam menjadi klip video pendek
  • FlashMemo — pencatatan cepat berbasis AI
  • AI Noise Reduction saat telepon — membersihkan suara latar belakang secara otomatis
  • iPhone One-Tap Drop — transfer file ke perangkat Apple via NFC

Keberadaan tombol fisik AI membedakan Camon 50 dari banyak kompetitornya yang masih mengandalkan shortcut di software. Bagi pengguna yang sering pakai fitur AI, ini adalah quality-of-life improvement nyata.

Speaker Stereo Dolby Atmos dan Garansi Update Software

Camon 50 dibekali speaker stereo dengan sertifikasi Dolby Atmos — sesuatu yang masih belum menjadi standar di kelas harganya.

Dolby Atmos di sini bukan sekadar nama. Teknologi ini menghadirkan pemrosesan audio yang lebih kaya, dengan efek surround yang terasa lebih luas saat menonton film atau mendengarkan musik.

Untuk pengguna yang sering streaming konten atau gaming tanpa headphone, ini adalah perbedaan yang bisa dirasakan langsung.

Di sisi software, TECNO memberikan komitmen yang solid: 3 kali update Android dan 5 tahun patch keamanan. Di kelas harga ini, tidak banyak brand yang berani memberikan komitmen sepanjang itu.

Artinya, HP yang lo beli hari ini masih akan mendapat pembaruan sistem dan keamanan hingga tahun 2031 — sebuah jaminan longevity relevan bagi pengguna yang tidak ingin ganti HP terlalu sering.

Kekurangan TECNO Camon 50

Kekurangan Tecno Camon 50

Masih Menggunakan Chipset 4G di Kelas Harga yang Semakin Kompetitif

Ini adalah yang menurut gue menjadi kekurangan paling krusial yang harus lo pertimbangkan sebelum beli.

TECNO Camon 50 menggunakan MediaTek Helio G200 Ultimate — chipset yang secara performa harian sebenarnya cukup kompeten. 

erdasarkan benchmark yang dikutip reviewer IDN Times, chip ini mencatat skor AnTuTu v11 sekitar 578 ribu poin — cukup untuk kebutuhan sehari-hari, multitasking ringan, dan gaming casual.

Masalahnya bukan di performa. Masalahnya ada di konektivitas: Helio G200 Ultimate hanya mendukung jaringan 4G.

Di rentang harga Rp 3,7–5 juta pada tahun 2026, kompetitor seperti Redmi Note 15 5G (Snapdragon 6 Gen 3) dan Redmi Note 15 Pro 5G (Dimensity 7400-Ultra) sudah menawarkan konektivitas 5G.

Infrastruktur 5G di Indonesia memang masih dalam tahap perluasan, tapi bagi pengguna yang berencana memakai HP ini 3–4 tahun ke depan, ketiadaan 5G bisa menjadi hambatan di masa mendatang.

Ini bukan soal HP-nya buruk. Ini soal future-proofing: kalau lo beli HP sekarang untuk dipakai lama, ketiadaan 5G adalah hal yang perlu lo pertimbangkan dengan serius.

Resolusi Rendering Layar Hanya 1080p Meski Panel Fisik 1.5K

Ini detail teknis yang perlu lo ketahui — dan yang jarang dijelaskan secara jujur di artikel lain.

Secara fisik, panel layar Camon 50 memang resolusi 1.5K (1208 × 2644 piksel). Tapi secara teknis, GPU hanya me-render konten di resolusi 1080p. Output 1080p itu kemudian di-upscale ke tampilan 1.5K oleh chip khusus TECNO yang disebut TECNO T1.

Apa artinya ini bagi pengguna?

Dalam pemakaian harian, tampilannya tetap terasa tajam dan hasilnya tidak akan jauh berbeda secara kasat mata. Tapi secara teknis, kualitas rendering yang lo dapatkan tidak sepenuhnya setara dengan panel 1.5K native.

Konten yang di-render langsung di resolusi 1.5K akan sedikit lebih tajam dibanding hasil upscaling.

Ini bukan sesuatu yang akan mengganggu lo setiap hari, tapi layak diketahui supaya ekspektasi lo akurat — terutama kalau lo membandingkan layar ini dengan perangkat yang benar-benar me-render native di resolusi tinggi.

Tidak Ada Slot MicroSD

TECNO Camon 50 tidak dilengkapi slot microSD untuk ekspansi penyimpanan. Lo harus memilih varian yang sesuai kebutuhan dari awal: 128 GB atau 256 GB — dan itulah yang lo punya selamanya.

Bagi kebanyakan pengguna, 128 GB mungkin sudah cukup untuk pemakaian sehari-hari. Tapi bagi pengguna yang sering merekam video panjang, menyimpan banyak foto RAW, atau suka punya banyak aplikasi sekaligus, ketiadaan microSD bisa menjadi batasan nyata.

Pertimbangkan ini saat memilih varian: kalau ragu antara 8/128 GB dan 8/256 GB, pilih yang lebih besar — karena tidak ada opsi untuk memperluas di kemudian hari.

HiOS Masih Terasa Berat dan Penuh Bloatware

HiOS 16 berbasis Android 16 yang digunakan Camon 50 adalah salah satu catatan yang konsisten muncul di berbagai review ponsel TECNO.

Dibanding antarmuka yang lebih bersih seperti MIUI/HyperOS atau ColorOS, HiOS masih terasa lebih “gemuk” — ada banyak aplikasi bawaan yang tidak semua pengguna butuhkan, notifikasi yang cukup agresif, dan beberapa elemen UI yang terasa kurang konsisten. 

Beberapa aplikasi pra-instal tidak bisa dihapus sepenuhnya, hanya bisa dinonaktifkan.

Kabar baiknya: ini bukan masalah yang tidak bisa diatasi. Dengan sedikit waktu untuk melakukan “bersih-bersih” di pengaturan — menonaktifkan aplikasi yang tidak dipakai, mengatur notifikasi, dan menginstal launcher pihak ketiga jika perlu — pengalaman pakai bisa jauh lebih nyaman.

Tapi bagi pengguna yang menginginkan pengalaman “out-of-the-box” yang langsung bersih dan ringan, HiOS mungkin membutuhkan sedikit penyesuaian di awal.

Perbandingan Singkat dengan Kompetitor Sekelas

Untuk membantu lo membandingkan pilihan, berikut posisi TECNO Camon 50 dibandingkan beberapa kompetitor sekelas berdasarkan data spesifikasi resmi masing-masing.

HPChipsetLayarKamera UtamaBateraiHarga
TECNO Camon 50Helio G200 Ultimate (4G)AMOLED 6,78″, 1.5K, 144Hz50 MP Sony LYT-700C, 1/1.56″, OIS6.500 mAh, 45WRp 3.699.000
Redmi Note 15 5GSnapdragon 6 Gen 3 (5G)AMOLED 6,67″, FHD+, 120Hz108 MP, 1/1.67″, f/1.75.110 mAh, 45W~Rp 3.499.000
Redmi Note 15 Pro 5GDimensity 7400-Ultra (5G)AMOLED, FHD+, 120Hz200 MP, f/1.75.500 mAh, 45WRp 4.699.000

Dari perbandingan ini, beberapa poin menarik yang bisa gue simpulkan:

Camon 50 unggul jelas di ketahanan fisik (tidak ada satu pun kompetitornya yang menandingi kombinasi IP68/IP69/IP69K + MIL-STD-810H), kapasitas baterai (6.500 mAh adalah yang terbesar di tabel ini), dan ukuran sensor kamera (1/1.56 inci Sony LYT-700C adalah yang terbesar secara fisik di segmen ini).

Ketiga kelebihan ini bukan klaim kosong — semuanya terverifikasi dari data spesifikasi resmi.

Di sisi lain, Redmi Note 15 5G dan Redmi Note 15 Pro 5G menawarkan konektivitas 5G yang tidak dimiliki Camon 50 — keunggulan yang semakin relevan seiring ekspansi jaringan 5G di Indonesia.

Pilihannya bergantung pada prioritas lo: kalau kamera berkualitas, baterai jumbo, dan ketahanan fisik adalah yang utama, Camon 50 adalah penawaran yang solid. Kalau 5G adalah prioritas utama, dua kompetitor Xiaomi di atas layak jadi pertimbangan.

Jika lo tertarik dengan versi yang lebih premium dari seri ini, baca juga ulasan kelebihan dan kekurangan TECNO Camon 50 Pro di artikel terpisah.

Siapa yang Cocok Beli TECNO Camon 50?

TECNO Camon 50 adalah pilihan tepat bagi pengguna yang mengutamakan kualitas kamera, daya tahan fisik ekstrem, dan baterai jumbo — tanpa terlalu memprioritaskan konektivitas 5G atau gaming performa tinggi.

Kombinasi sensor Sony LYT-700C berukuran 1/1.56 inci dengan OIS, sertifikasi IP68/IP69/IP69K/MIL-STD-810H, dan baterai 6.500 mAh di harga mulai Rp 3,7 jutaan adalah paket yang sulit ditandingi secara apples-to-apples di kelas harganya.

Menurut gue, Tecno Camon 50 ini sangat cocok untuk lo yang:

  • Aktif di luar ruangan dan sering membawa HP di kondisi tidak ideal.
  • Hobi fotografi mobile dan ingin sensor besar dengan stabilisasi gambar tanpa harus beli flagship. 
  • Tidak mau repot cas setiap malam. 
  • Pengen HP tahan lama dari sisi software dengan jaminan update 3 tahun dan patch keamanan 5 tahun.

HP ini gak cocok buat lo yang:

  • Tinggal atau bekerja di area yang sudah terjangkau 5G dan berencana pakai HP ini 3–4 tahun. 
  • Hobi gaming berat dan butuh chipset kelas atas. 
  • Pengen antarmuka yang bersih dan bebas bloatware sejak hari pertama.

Untuk soal varian, kalau budget lo memungkinkan, varian 8/256 GB adalah titik nilai terbaik — penyimpanan 256 GB tanpa microSD jauh lebih nyaman untuk penggunaan jangka panjang, dan harga tambahannya sepadan.

Kalau budget ketat, 8/128 GB di Rp 3.799.000 tetap menarik selama lo tidak terlalu sering merekam video panjang.

Cek harga terkini dan ketersediaan stok di Shopee atau Lazada sebelum membeli.

FAQ TECNO Camon 50

Apakah TECNO Camon 50 sudah ada OIS?

Ya, kamera utama 50 MP TECNO Camon 50 sudah dilengkapi OIS (Optical Image Stabilization) — berguna untuk mengurangi blur akibat getaran tangan, terutama saat foto malam atau merekam video.

Berapa skor AnTuTu TECNO Camon 50?

Berdasarkan pengujian benchmark yang dilaporkan reviewer IDN Times, TECNO Camon 50 mencatat skor AnTuTu v11 sekitar 578 ribu poin — cukup untuk kebutuhan harian dan gaming casual, meski bukan yang terkencang di kelasnya.

Apakah TECNO Camon 50 mendukung 5G?

Tidak. TECNO Camon 50 menggunakan chipset MediaTek Helio G200 Ultimate yang hanya mendukung jaringan 4G. Jika lo membutuhkan 5G, pertimbangkan TECNO Camon 50 Pro 5G yang ada di lini yang sama.

Apakah TECNO Camon 50 bisa untuk foto underwater?

Ya. Dengan sertifikasi IP68 dan IP69K, Camon 50 tahan terendam air hingga kedalaman 2 meter selama 30 menit. TECNO bahkan menyertakan fitur Aqua Mode yang dioptimalkan untuk foto di bawah air.

Berapa kapasitas baterai TECNO Camon 50?

6.500 mAh, dengan pengisian cepat 45W Super Charge dan fitur Bypass Charging untuk gaming sambil mengisi daya.

Catatan metodologi:

Artikel ini disusun berdasarkan spesifikasi resmi TECNO Indonesia, laporan hands-on dari IDN Times dan Detik.com, serta data benchmark yang dipublikasikan secara independen. Teknogeng.id tidak memiliki unit review produk ini. Jika ada informasi terbaru dari pengujian langsung, artikel ini akan diperbarui.

Share Article

Picture of Cecep Suparman

Cecep Suparman

Cecep Suparman adalah seorang Techno-Analyst di TeknoGeng.ID yang memiliki spesialisasi dalam membedah arsitektur chipset dan performa perangkat keras mobile. Dengan pengalaman lebih dari 5 tahun mengikuti perkembangan industri semikonduktor, Cecep fokus memberikan panduan belanja objektif berdasarkan perbandingan benchmark dan data teknis produsen. Tujuannya adalah membantu pembaca TeknoGeng.ID menemukan perangkat dengan value-for-money terbaik tanpa terjebak janji pemasaran.